Selasa, 28 Februari 2012

PENDIDIKAN AKAL INTELEKTUAL




PENDIDIKAN AKAL INTELEKTUAL


                                      Mata Kuliah                                  : Studi Al-Sunnah
Dosen                                  : Dr. Suhairi Ilyas, M. A.
Tanggal                              : 22 Februari 2012









Nama                : Darmawaty Malik
NIM                 : 2010920034
Program Studi            : Magister Studi Islam
Semester          : III-2011/2012
editor: lila paramita krisnanto

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
JAKARTA
2012
I.             PENDAHULUAN
Pendidikan akal atau intelektual sangat penting pada perkembangan hidup manusia. Pendidikan ini harus diberikan sejak dari pra-konsepsi. Selanjutnya, fase perkembangan yang menentukan pendidikan intelektual adalah fase bayi sampai anak-anak, yaitu fase golden age, basic trust, di mana anak mudah meniru, mencontoh, dan menghafal dengan cepat. Dengan pengajaran metode dan prinsip / motivasi pendidikan yang tepat, sesuai hadis rasul, akan dihasilkan manusia dengan intelektual  rasul
[1]Menurut Muhammad Suwaid, Mendidik Anak Bersama Nabi, pembinaan intelektual diberikan melalui pilar-pilar pembinaan keilmuan dengan bantuan peran orangtua dan guru. Sementara, menurut [2]Dr. Abdullah Nashih Ulwan, tanggung jawab pendidikan rasio (akal) melalui tahapan yaitu kewajiban mengajar, menumbuhkan kesadaran berpikir, dan kejernihan berpikir. [3]Utsman Najati, Psikologi dalam Perspektif Hadist, proses belajar dan mengajar dapat dicapai secara maksimal melalui berbagai metode meniru (imitation), coba dan salah (trial and error), kondisional, berpikir (thinking), dan prinsip belajar terpenting adalah motivasi.

II.          PEMBAHASAN
a.      Kajian Pustaka
                           1.         Landasan pendidikan intelektual
Islam adalah agama yang mementingkan ilmu, mendorong umatnya untuk berpendidikan. Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-‘alaq ayat 1–5.
&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ   t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ   ù&tø%$# y7š/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ   Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ   zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ    



Artinya:
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Kemudian dijabarkan oleh rasul dalam hadist tentang pendidikan dan ilmu
1.      Islam sangat mementingkan ilmu,
[4]HR.Ali bin Abi Thalib, sabda Rasul:
 
 Perintahkan anak-anak kalian  agar menuntut ilmu

Selain itu, [5]HR. Muawiyah ra; Rasul bersabda:

“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi baik, niscaya Allah akan membuatnya mampu memahami pengetahuan agama”

[6]Diriwayatkan  dari Ibn Abbas, rasul bersabda
Ajari anak-anak kalian. Mudahkanlah dan jangan engkau persulit. Berilah kabar gembira dan jangan membuat mereka lari. Jika salah seorang diantara kalian marah, maka hendaklah ia diam

2.      Islam memuliakan orang berilmu,
[7]HR. Muslim, dari Abu Hurairah, rasul bersabda:
 “barang siapa yang berjalan mencari ilmu, maka Allah swt,akan memudahkannya jalan menuju surga”

3.      [8]Rasul mewajibkan kaum muslimin menuntut ilmu, HR. Ibnu Majah meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, Rasul bersabda:

“menuntut ilmu itu wajib hukumnya  bagi setiap muslim”.
4.      [9]Rasul menyuruh  tawanan perang untuk mengajarkan tulis baca pada orang Islam, yaitu ketika pasca-perang Badar. Perhatian Rasulullah SAW terhadap dunia pendidikan tampak ketika beliau menetapkan para tawanan Perang Badar yang ingin bebas untuk mengajarkan baca-tulis kepada sepuluh orang penduduk Madinah sebagai tebusan atas diri mereka. Menurut hukum Islam, barang tebusan itu merupakan hak Baitul Mal (kas negara). Tebusan ini sama nilainya dengan pembebasan tawanan Perang Badar. Artinya, dengan tindakan membebankan pembebasan tawanan Perang Badar pada Baitul Mal (kas negara)—dengan memerintahkan mereka mengajarkan baca tulis—berarti Rasulullah SAW telah menjadikan biaya pendidikan itu setara nilainya dengan barang tebusan. Dengan kata lain, beliau memberi upah kepada para pengajar itu (tawanan perang) dengan harta benda yang seharusnya menjadi milik kas negara.
5.      [10]Ikramah menuturkan bahwa diantara jenis tebusan tawanan perang badar adalah mengajarkan tulis menulis kepada anak-anak
6.      [11].... tindakan rasulullah yang mengizinkan kaum kafir Mekah mengajarkan baca-tulis kepada 10 orang anak madinah


                           2.         Pendidikan intelektual
Menurut [12]Dr. Abdullah Nashih Ulwan, Tarbiyatul Aulad Fil Islam: Pendidikan Anak dalam Islam, yang dimaksud pendidikan rasio / akal / intelektual adalah membentuk pola pikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat, seperti ilmu agama / kebudayaan dan peradaban, sehingga pikiran anak menjadi matang / bermuatan ilmu. Kebudayaan, dan lain-lain. Tanggung jawab ini tidak kalah penting dari pendidikan keimanan dan penanaman fondasi / moral adalah penanaman dan pembiasaan / fisik, persiapan, dan pembentukan. Pendidikan rasio / akal / inteklektual adalah penyadaran, pembudayaan dan pengajaran.
Tanggung jawab empat faktor tersebut saling berkaitan erat dalam proses pembentukan  kepribadian anak secara integral dan sempurna menjadi manusia yang konsisten dan siap melaksanakan kewajiban, risalah, dan tanggung jawab. Indahnya iman harus disertai dengan intelektual yang tinggi, mulianya ahlak dengan kesehatan fisik yang prima, perhatian penuh  dari pendidik, pengarahan dan bimbingan yang disiapkan dalam berbagai bidang.
[13]Tanggung jawab pendidik menurut HR. Abu Hurairah, sabda rasul:

 “dunia ini terkutuk dan terkutuklah yang ada didalamnya, kecuali orang yang ingat kepada  Allah swt dan yang taat kepadaNya serta orang-orang alim  atau orang yang terpelajar.”

[14]Abdullah Nashih Ulwan mengatakan pendidikan akal adalah membentuk pola pikir, haruslah melalui tahapan sebagai berikut:
1.      kewajiban mengajar;
QS: Az-Zumar: 9

ô`¨Br& uqèd ìMÏZ»s% uä!$tR#uä È@ø©9$# #YÉ`$y $VJͬ!$s%ur âxøts notÅzFy$# (#qã_ötƒur spuH÷qu ¾ÏmÎn/u 3 ö@è% ö@yd ÈqtGó¡o tûïÏ%©!$# tbqçHs>ôètƒ tûïÏ%©!$#ur Ÿw tbqßJn=ôètƒ 3 $yJ¯RÎ) ㍩.xtGtƒ (#qä9'ré& É=»t7ø9F{$# ÇÒÈ 
(apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

[15]HR. Muslim meriwayatkan dari abu hurairah, rasul bersabda:
 “Apabila anak adam meninggal dunia, maka putuslah segala amal perbuatannya, kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakan.”

Berdasarkan Al-quran dan Hadist di atas, kaum muslimin periode rasul dan masa-masa sesudahnya penuh dedikasi dalam mengkaji ilmu pengetahuan. Pendidikan itu adalah suatu keharusan / fardhu. Mereka mengkaji budaya, dari luar dunia arab, kemudian dimodifikasi sesuai Al-quran dan Hadist Rasul. Islam adalah sumber ilmu pengetahuan dan kemajuan dunia. Hal ini disebabkan karena prinsip dasar yang terkandung didalam syariat islam yaitu:
a.       Islam adalah roh dan materi, agama dan dunia
Hukum dunia dan akhirat menentukan pengembangan kebudayaan dan peradaban manusia.
 QS.al-qashshas: 77
Æ÷tGö/$#ur !$yJÏù š9t?#uä ª!$# u#¤$!$# notÅzFy$# ( Ÿwur š[Ys? y7t7ŠÅÁtR šÆÏB $u÷R9$# ( `Å¡ômr&ur !$yJŸ2 z`|¡ômr& ª!$# šøs9Î) ( Ÿwur Æ÷ö7s? yŠ$|¡xÿø9$# Îû ÇÚöF{$# ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä tûïÏÅ¡øÿßJø9$# ÇÐÐÈ  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar